Monev DAK Fisik Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Disarpus Klungkung

(Semarapura, 11/10/2022). Tim Monev DAK Kabupaten Klungkung melaksanakan monitoring evaluasi DAK (Dana Alokasi Khusus) fisik pembangunan gedung layanan perpustakaan di Disarpus Klungkung pada hari Selasa, 11 Oktober 2022. Rombongan tim yang dipimpin oleh Kabid PPE Baperlitbang Kabupaten Klungkung, Kadek Yogasiana, ST., diterima langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung, I Komang Gde Wisnuadi, S.Sos, di ruang layanan perpustakaan Disarpus Klungkung. Kegiatan monev ini dihadiri oleh Pejabat Pengadaaan, Fungsional Pustakawan, dan staf bidang perpustakaan Disarpus Klungkung. Sementara itu, anggota tim monev budaya kerja diwakili unsur Baperlitbang Kabupaten Klungkung, Bagian PBJ Setda Klungkung, dan BPKPD Kabupaten Klungkung.

“Sampai dengan Minggu Ke-16, realisasi pembangunan sebesar 51,59% dari rencana 50,50% atau deviasi sebesar 1,09%. Hasil positif ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara kontraktor, pengawas, PPK, dan PA Disarpus Klungkung, serta monitoring berkala yang kami dilakukan selama ini,” sambut I Komang Gde Wisnuadi. Ia menambahkan bahwa penyaluran keuangan DAK tahap 1 sudah terealisasi sebesar 25%, dan saat ini sedang dalam proses penyaluran tahap 2. I Komang Gde Wisnuadi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bapak Bupati Klungkung, Baperlitbang Kabupaten Klungkung dan Bagian PBJ Setda Klungkung sehingga proses pembangunan gedung layanan perpustakaan Kabupaten Klungkung yang bersumber dari DAK tahun 2022 dapat terlaksana dengan baik.

Sebagai informasi, Disarpus Klungkung membangun gedung layanan perpustakaan dari sumber anggaran DAK tahun 2022 Perpustakaan Nasional RI. Gedung yang dijadwalkan rampung di bulan Desember tahun 2022 ini, akan digunakan khusus sebagai sarana layanan perpustakaan dan aktivitas pengembangan keterampilan masyarakat melalui perpustakaan. Hal ini sejalan dengan perubahan paradigma terkait perpustakaan bahwa perpustakaan tidak saja sebagai tempat untuk menyimpan buku dan membaca saja, tetapi lebih dari itu sebagai ruang terbuka bagi publik mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan literasi untuk meningkatkan kesejahteraannya. (rjp).

Tinggalkan komentar