Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Perpustakaan Di Masa Pandemi Covid-19

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan wujud perpustakaan sebagai pembelajaran sepanjang hayat. Perpustakaan bukan hanya sebagai pusat sumber informasi, tetapi lebih dari itu sebagai tempat mentrasformasikan diri sebagai pusat sosial budaya dengan memberdayakankan dan mendemokratisasi masyarakat dan komunitas lokal, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan menipiskan kesenjangan akses informasi.

Di tengah pandemi Covid-19 program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial mempunyai tantangan tersendiri. Namun, perpustakaan dapat membuktikan eksistensi dan peran strategisnya untuk membangun masyarakat. Hal ini terlihat dalam Acara Peer Learning Meeting Nasional Perpustakaan Nasional RI yang dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Desember 2020. Dihadiri oleh lebih dari 900 peserta baik secara virtual maupun on site di 4 wilayah (regional), yaitu regional Medan, Surabaya, Bali, dan Makassar, pengelola perpustakaan daerah di seluruh Indonesia saling berbagi pengalaman dalam menjalankan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di masa pandemi Covid-19.

Banyak perpustakaan daerah mampu melaksanakan program transformasi ini ditengah masa pandemi dan keterbatasan anggaran yang tersedia. Tidak sedikit pula masyarakat yang mengalami dampak (impact) peningkatan kesejahteraan dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di masa pandemi. Dalam program ini, perpustakaan daerah menghadirkan kegiatan-kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan bagi masyarakat, seperti pelatihan komputer dasar, fotografi, pemasaran online, pembuatan minuman sehat instan, pembuatan kue, pembuatan sabun cuci, kelas bahasa Inggris, mengaji dan sebagainya. Seluruh kegiatan difasilitasi oleh perpustakaan daerah yang bekerja sama dengan instansi/lembaga/komunitas terkait.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung ikut hadir dalam acara Peer Learning Meeting Nasional tersebut dan ikut berbagi pengalaman terkait implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Klungkung. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung adalah menyelenggarakan Pelatihan Online Infografis. Infografis merupakan suatu bentuk penyajian data/informasi dengan konsep visual yang terdiri dari teks dengan tambahan gambar-gambar ilustrasi yang menarik. Di era industri 4.0 saat ini, infografis menjadi ide baru untuk menyajikan data secara akurat, efektif, dan lebih mudah untuk dipahami.

Ke depan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung terus berupaya untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan (skill) yang dibutuhkan guna menghadapi tantangan di era industri 4.0. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk menyukseskan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Klungkung. (Rees Jati Prakasa).

Tinggalkan komentar