Disarpus Klungkung Penerima Manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2020

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada pasal 2 menyebutkan bahwa “Perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan”. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan mengemban mandat sebagai tempat pembelajaran dan kemitraan bagi masyarakat yang dikelola secara profesional dan terbuka bagi semua kalangan sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan dapat diukur capaian kinerja bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam Prioritas Nasional 2019 yang pertama disebutkan pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar. Program prioritas ketiga adalah pemerataan layanan pendidikan berkualitas dengan kegiatan prioritas ketiga berupa penguatan literasi untuk kesejahteraan. Berdasarkan prioritas nasional pembangunan tahun 2019 tersebut terdapat tiga proyek prioritas nasional, antara lain: 1) literasi informasi terapan dan inklusif, 2) pendampingan masyarakat untuk literasi informasi, 3) pemerataan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Pendekatan inklusi sosial adalah memandang perpustakaan sebagai sub-sistem pembangunan sosial kemasyarakatan. Untuk itu, perpustakaan harus dirancang agar memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat. Melalui pendekatan inklusif ini perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung pada tahun 2020 ini menjadi salah satu dari 3 Kabupaten di Provinsi Bali penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Perpustakaan Nasional RI, selain Kabupaten Tabanan dan Badung. Program ini bertujuan untuk mengubah paradigma perpustakaan yang selama ini hanya dianggap sebagai tempat meminjam dan membaca buku semata, namun lebih dari itu, perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan potensi diri untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Program tersebut tentunya harus didukung oleh kegiatan-kegiatan pelibatan masyarakat yang secara nyata dapat meningkatkan potensi diri. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung adalah menyelenggarakan Pelatihan Online Infografis pada tanggal 8 September 2020 secara virtual yang diikuti oleh 35 orang peserta. Infografis merupakan suatu bentuk penyajian data/informasi dengan konsep visual yang terdiri dari teks dengan tambahan gambar-gambar ilustrasi yang menarik. Di era industri 4.0 saat ini, infografis menjadi ide baru untuk menyajikan data secara akurat, efektif, dan lebih mudah untuk dipahami. Ke depan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung terus berupaya untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan (skill) yang dibutuhkan guna menghadapi tantangan di era industri 4.0. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk menyukseskan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Klungkung. (Rees Jati Prakasa)

Tinggalkan komentar