Peran Inovasi Gema Arca Dalam Peningkatan IPM Klungkung

Pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia telah memungkinkan pemberantasan buta aksara dengan hasil yang signifikan. Pemberantasan buta aksara di era Reformasi tercatat berhasil menekan angka buta aksara menjadi 4,4 persen. Keberhasilan pemerintah dalam memberantas buta aksara dan meluaskan akses pendidikan juga berdampak positif terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang berada dalam kategori tinggi sebesar 70,18.

Kabupaten Klungkung merupakan salah satu kabupaten yang memiliki IPM di bawah IPM Provinsi Bali. Pada tahun 2016, IPM Kabupaten Klungkung baru mencapai 69,31 (kategori sedang) sedangkan IPM Provinsi Bali sudah mencapai 73,65 (kategori tinggi). Salah satu masalah utama yang menyebabkan IPM Kabupaten Klungkung masih dalam kategori sedang adalah belum optimalnya mutu pendidikan di Kabupaten Klungkung. Hal ini terlihat dari dimensi pengetahuan pada IPM pada tahun 2016, yakni variabel Harapan Lama Sekolah sebesar 12,86 dan variabel Rata-Rata Lama Sekolah sebesar 7,06.

Kunjungan kelompok masyarakat ke Perpustakaan Daerah Klungkung (Foto diambil sebelum pandemi COVID-19)

Untuk mengatasi masalah di atas, Pemerintah Kabupaten Klungkung pada tahun 2017 mulai melakukan inovasi Gerakan Masyarakat Gemar Membaca (GEMA ARCA) yang ditetapkan sebagai inovasi daerah melalui SK Bupati Klungkung Nomor 475/24/HK/2019 agar masyarakat memiliki minat dan budaya baca sehingga dapat menjadi masyarakat pembelajar sepanjang hayat (long life learning society), yang pada akhirnya akan bermuara kepada peningkatan mutu pendidikan dan IPM Kabupaten Klungkung. Strateginya adalah mendekatkan akses bahan bacaan kepada masyarakat, yaitu dengan pengembangan koleksi
perpustakaan, peningkatan layanan perpustakaan keliling dan storytelling, pembinaan perpustakaan sekolah dan desa, serta peningkatan kunjungan kelompok masyarakat ke perpustakaan. Selain itu, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan lewat berbagai macam perlombaan. Mulai dari lomba perpustakaan sekolah, lomba perpustakaan desa, lomba permainan tradisional, lomba minat baca.

Setelah tiga tahun lebih inovasi dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten Klungkung berhasil mencapai IPM dengan kategori tinggi, yaitu sebesar 71,71 pada tahun 2019.

Tinggalkan komentar