Layanan Perpustakaan Keliling di SDN 1 Negari

Layanan Perpustakaan Keliling di SDN 1 Negari, 3 Pebruari 2020

Buku adalah jendela dunia. Semua sepakat akan hal tersebut. Layaknya dengan banyaknya jenis buku, minat baca pun semakin tinggi, toko buku menjadi laris, perpustakaan ramai pengunjung, dan forum diskusi buku pun harusnya berkembang pesat. Namun sayang, kondisi tersebut seakan hanya sebatas utopia.

 

Jika kita lihat ke sekolah, debu-debu hampir setebal buku yang diselimutinya. Jarang terlihat perpustakaan yang ramai oleh siswa. Kalaupun ramai oleh siswa biasanya karena ada tugas mata pelajaran yang mengharuskannya membaca buku di perpustakaan. Fenomena tersebut hampir terjadi di setiap sekolah. Maka perlu ada pembaharuan perpustakaan agar dapat meningkatkan minat baca siswa, salah satunya dengan memberdayakan layanan perpustakaan keliling yang dimiliki oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung.

 

Perpustakaan yang ada di sekolah kurang diminati siswa mungkin karena buku yang disediakan tidak beragam dan jarang ada regenerasi dengan menambah buku-buku baru. Situasi di perpustakaan juga mungkin kurang nyaman untuk membaca dan siswa tidak fleksibel untuk beraktivitas yang dapat mendukung kegiatan membacanya, seperti minum atau makan. Sangatlah wajar jika perpustakaan menerapkan aturan yang ketat sebagai bentuk perlindungan terhadap aset masa depan, yaitu buku. Namun, tidak pula dapat dipungkiri aturan tersebut membuat siswa enggan untuk membaca buku-buku yang ada di dalamnya. Oleh karenanya, dengan menghadirkan perpustakaan keliling bisa menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan minat baca siswa.

 

Perpustakaan keliling menghadirkan suasana baru sebuah perpustakaan. Dengan buku yang hampir selalu baru, perpustakaan keliling mampu menarik minat siswa untuk mengunjunginya. Seperti yang terjadi di SDN 1 Negari pada Hari Senin Tanggal 3 Pebruari 2020. Kendaraan perpustakaan keliling ditempatkan pada lokasi yang strategis agar dapat dilihat oleh siswa. Buku yang disiapkan dapat dibaca dimanapun sesuai kemauan siswa. Siswa juga fleksibel mencari lokasi yang nyaman bersama dengan teman-temannya sambil menikmati makanan atau minuman ringan yang mereka miliki. Mereka dapat berdiskusi santai, tertawa, dan bercanda bebas, suatu hal yang jarang dapat dilakukan di perpustakaan konvensional.

 

Perpustakaan keliling memang menawarkan perpustakaan dengan konsep berbeda. Yang perlu disediakan adalah buku-buku baru yang selalu berganti sesuai musimnya. Pelayanan yang bersahabat dan kedatangan yang rutin ke sekolah tentu akan menarik antusiasme siswa dan meningkatkan minat baca mereka. Siswa yang hampir rata-rata remaja adalah siswa yang haus akan tantangan dan inovasi. Mereka membutuhkan sesuatu yang berbeda untuk menarik minatnya. Ditawarkannya perpustakaan keliling, diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya rasa ingin tahu yang besar pada siswa sehingga mereka akan senantiasa haus akan ilmu pengetahuan.

Tinggalkan komentar